Terhubung dengan kami

Organisasi dan Komunitas

WALHI Sulsel Gelar Seminar dan Lokakarya, Dorong Kolaborasi Perlindungan Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Gowa

Dipublikasikan

pada

SEMUTHITAMNEWS.COM, GOWA – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Seminar dan Lokakarya bertema “Membangun Kolaborasi Perlindungan Pangan Berkelanjutan di Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa”, Kamis (15/1/2026), bertempat di Kantor Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari petani, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga perwakilan masyarakat sipil, sebagai upaya membangun kesepahaman bersama dalam menjaga keberlanjutan lahan pangan di kawasan dataran tinggi Malino.

Seminar dan lokakarya ini juga menghadirkan narasumber di antaranya Direktur Eksekutif WALHI Sulawesi Selatan, Muhammad Al Amin dan dari Balai Tanaman Pangan Kab. Maros, Amin Nur yang mewakili Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI serta dipimpin oleh Moderator Andi Agung Iskandar.

Para narasumber membahas strategi pengembangan pangan sehat berkelanjutan, kebijakan moratorium alih fungsi lahan, dan merumuskan usaha-usaha alternatif yang bisa dikembangkan secara jangka pendek, menengah dan jangka panjang oleh masyarakat Kab. Gowa.

Direktur Eksekutif WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin, menyampaikan bahwa Tinggimoncong merupakan wilayah dengan kekayaan sumber daya alam dan fungsi ekologis yang sangat penting. Namun, dalam beberapa tahun terakhir kawasan ini menghadapi ancaman serius akibat alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan pariwisata dan non-pertanian.

“Pertumbuhan pariwisata yang tidak terkendali berpotensi menggerus lahan pertanian pangan masyarakat. Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan pembangunan berjalan seimbang dengan perlindungan lingkungan dan ketahanan pangan,” ujar Muhammad Al Amin dalam pemaparannya.

Melalui kegiatan ini, WALHI Sulsel berharap terbangun komitmen bersama dan agenda kolaboratif antara petani, pemerintah, dan masyarakat sipil dalam menjaga lahan pangan, mengembangkan pertanian organik, serta mendorong produksi pangan lokal yang sehat dan berkelanjutan.

Seminar dan lokakarya ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa perlindungan pangan tidak hanya soal produksi, tetapi juga tentang keadilan ekologis dan keberlanjutan hidup masyarakat di masa depan. (Randy)

Editor : Anas

Berita Terpopuler